top of page

Konten Random Boleh, tapi Kualitas Tetap Nomor Satu!

Writer: DivaDiva

Konten Random Boleh, tapi Kualitas Tetap Nomor Satu! | Diva
Photo by Freepik

Scroll TikTok atau Instagram Reels  terus ketemu video yang kayak asal jadi, blur, atau malah nggak jelas maksudnya apa? Mungkin ada yang kepikiran, “Ah, bikin konten tuh gampang! Asal sering upload, pasti bakal viral.” Eits, tunggu dulu. Konten random boleh, tapi kalau nggak mikirin kualitas, siap-siap aja ditinggal audiens.

Viral Itu Bukan Sekadar Sering Upload

Dulu, algoritma media sosial memang lebih berpihak pada kuantitas. Siapa yang sering posting, dia yang lebih sering muncul. Tapi sekarang? Engagement adalah raja. Kalau orang nggak tertarik buat nonton sampai habis, apalagi nge-like atau share, konten itu bakal tenggelam begitu aja. Jadi, percuma upload sehari lima kali kalau yang nonton cuma lewat doang.

Lihat aja para content creator besar. Mereka nggak asal ngelempar video. Ada konsep, ada cerita, ada sesuatu yang bikin orang betah nonton.

POV Audiens: Mau Nonton Sampai Habis Gak, Nih?

Coba bayangkan kamu lagi jadi penonton, bukan kreator. Kalau ada video yang thumbnail-nya menarik, tapi ternyata isinya membosankan atau nggak jelas, bakal stay sampai akhir nggak? Pastinya nggak, kan? Nah, ini yang harus dipikirin sebelum posting.

  • Hook di awal itu wajibJangan kasih alasan buat orang swipe ke konten lain. Awal video harus bisa bikin orang penasaran. Bisa lewat pertanyaan, kejadian mengejutkan, atau sesuatu yang relatable. Misalnya, “Pernah nggak sih, kepikiran kenapa kita sering kehabisan kuota di jam 2 pagi?” Itu jauh lebih menarik daripada “Halo, guys, balik lagi di video gue.”

  • Jangan bikin orang bingungKonten random itu sah-sah aja, asal tetap ada benang merahnya. Kalau cuma asal ngomong atau editannya berantakan, audiens bakal cepat kehilangan minat. Mau buat video lucu? Pastikan punchline-nya jelas. Mau edukasi? Gunakan bahasa yang nggak ribet.

  • Durasi itu pentingBukan berarti harus selalu pendek atau panjang, tapi sesuaikan dengan isi konten. Kalau bisa dijelaskan dalam 30 detik, kenapa harus 3 menit? Sebaliknya, kalau butuh waktu lebih buat bercerita, pastikan tiap detiknya tetap engaging.

Kualitas Menang di Jangka Panjang

Viral itu bisa instan, tapi bikin audiens setia? Itu butuh strategi. Konsistensi memang penting, tapi lebih baik upload dua video berkualitas seminggu daripada setiap hari tapi asal-asalan.

Banyak kreator yang akhirnya dikenal bukan karena kuantitas, tapi karena tiap videonya punya ciri khas dan selalu dinanti. Contohnya, Marques Brownlee di YouTube yang meskipun jarang upload dibandingkan vlogger harian, tapi setiap videonya selalu ditonton jutaan orang karena kualitasnya juara.

Jadi, kalau masih mikir “yang penting sering upload,” coba ubah mindset ke “yang penting audiens mau nonton sampai habis.” Karena di dunia konten, yang menang bukan yang paling banyak, tapi yang paling diingat.


 
 
 

Comments


Discover Diva to boost your business

More from Diva

Never miss an update

Thanks for submitting!

bottom of page